Minggu, 22 April 2012

Kota Bajak Laut Di Seluruh Dunia


Kota Bajak Laut Di Seluruh Dunia
ANDA pasti tahu film terkenal “Pirates of The Caribbean” yang dibintangi Johnny Depp. Film ini menampilkannya sebagai bajak laut Jack Sparrow, dilatarbelakangi pulau-pulau Karibia yang indah. Film ini memang fiksi, namun tempat-tempat bajak laut di dalam film tersebut benar adanya.
Port Royal, Jamaika
Port Royal adalah sebuah kota yang pernah menjadi pusat perkapalan dan perdagangan di Jamaika pada abad ke-17. Pada saat itu, kota ini menjadi kota paling kaya sekaligus paling terkutuk di seluruh dunia. Disebut terkutuk karena moral penduduk di kota ini sudah sebegitu hancur dan menjadi sarang bajak laut yang ingin menyimpan dan menghabiskan harta mereka.
Pada abad ini pula, Kerajaan Inggris Raya secara aktif mendorong bahkan membayar para buccaneer yang tinggal di Port Royal untuk menyerang kapal Spanyol dan Perancis yang sedang berlayar. Namun, sebuah gempa bumi berkekuatan besar menghancurkan kota ini pada 7 Juni 1692, menyebabkan 2/3 bagian dari kota tenggelam ke Laut Karibia hingga 25 kaki (sekitar 8 meter) di bawah permukaan laut.
Setelah peristiwa tersebut, para arkeologis yang menyebut kota ini sebagai kota “yang tenggelam” (City that sank). Berbagai artifak dan harta yang terkandung di dalamnya, menjadikan kota ini sebagai salah satu situs arkeologi bawah laut paling penting di dunia barat (Western hemisphere).
Tortuga, Haiti
Tortuga adalah sebuah pulau milik Haiti di Laut Karibia. Pulau ini merupakan markas terbesar bagi para bajak laut Karibia pada abad ke-17. Bajak laut ini berkumpul membentuk sebuah ikatan yang dinamakan “Persaudaraan Samudra” dan menciptakan peraturan-peraturan bajak laut. Jean Le Vasseur, gubernur pulau ini ketika itu bermaksud membuat Tortuga menjadi Ibu Kota bajak laut di Karibia.
Tortuga awalnya dihuni orang Spanyol. Pendatang asal Perancis dan Britania Raya tiba pada 1625. Empat tahun kemudian, di bawah pimpinan Don Fabrique de Toledo, Spanyol mengusir kaum pendatang itu. Pada 1630, sebagian besar tentara Spanyol ditempatkan di pulau Hispaniola guna mengusir orang Perancis di sana. Situasi ini dimanfaatkan oleh Perancis yang kembali merebut Tortuga.
Sejak tahun itu, pulau Tortuga terbagi antara Britania dan Perancis. Keduanya mengizinkan penggunaan pulau itu untuk basis aktivitas bajak laut. Para budak dari Afrika pernah dibawa ke Tortuga untuk bekerja di perkebunan pada 1633 hingga 1635. Belanda juga pernah berbagi kekuasaan pulau ini.
Perjanjian Ratisbon yang ditandatangani beberapa bangsa Eropa pada 1684 praktis meniadakan aktivitas pembajakan laut di Tortuga. Kini mengunjungi Tortuga juga hanya dapat dilakukan dengan cara bajak laut, yaitu menggunaka perahu. Namun karena minim infrastruktur, keindahan Tortuga menjadi sia-sia.
New Providence, Bahama
Karena dilewati banyak jalur kapal, Bahama menjadi tempat populer para bajak laut ketika sedang tidak berada di tengah lautan. Pada akhir 1600an dan awal 1700an, Pulau New Providence dihuni para bajak laut terkenal seperti Blackbeard, Henry Morgan, Calico Jack Rackham, Anne Bonny dan Mary Read.
Kondisi geografi Bahama yang sempurna membuatnya menjadi lahan berburu yang tepat bagi para bajak laut ini. Pertama, banyak sumber daya alam untuk menghidupi awak kapal dan kedua, karena banyak pulau dan juga perairannya yang dangkal membuatnya mudah untuk mengintai kapal-kapal yang akan disergap.
New Port, Rhode Island
Tidak biasanya para bajak laut ‘bermain’ di pesisir New England, namun kenyataannya Newport menjadi tempat kediaman bajak laut sejak akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18, seperti misalnya William Kidd, Henry Every, dan Thomas Tew. Bahkan disini bajak laut sangat disambut karena mengembangkan perekonomian lokal.
Namun kemudian, pada awal tahun 1700an, kolonial datang dan membasmi semua bajak laut yang ada disini. Untuk mengikuti jejak bajak laut, wisatawan dapat mengikuti tur bajak laut sambil mendengarkan sejarahnya dari berabad lalu.

Bath Town, North Carolina
Kota di pesisir North Carolina ini dulunya adalah tempat berkumpulnya para bajak laut, terutama di pelabuhan-pelabuhannya yaitu pelabuhan Ocracoke, beaufort, dan Bath. Wisatawan dapat mengunjungi Plum Point, dimana terdapat reruntuhan rumah yang dipercaya pernah didiami oleh bajak laut terkenal, Blackbeard, dan juga melihat artifak asli dari bangkai kapal mereka di Museum Maritim North Carolina di pelabuhan Beaufort.

Seorang Nenek Belajar Tak Kenal Usia


Seorang Nenek Belajar Tak Kenal Usia
Ternyata banyak pelajaran yang bisa di ambil dari negeri Cina, seperti Hadist Nabi “Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri Cina”. Betapa tidak, sampai-sampai digambarkan dalam hadist tentang pentingnya menuntut ilmu. Tapi mengapa harus ke Cina ? Kenapa tidak ke tempat yang lainnya ?
Salah satunya adalah kisah nenek Ma Xiuxian, yang tak pernah lelah menuntut ilmu, dan tak menjadikan umur sebagai penghalang baginya.


Nenek Ma, yang berusia 102 tahun berbaur bersama teman sekelasnya. Dialah sosok Ma Xiuxian, dari kota Jinan, Propinsi Shandong Cina, yang menjadi salah seorang murid di Sekolah Dasar setempat. Menurut harian setempat The Qilu Evening Post yang dikutip ruanghati.com mengatakan bahwa masa kecil sang nenek Ma memang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan karena kondisi perekonomian keluarga yang saat itu teramat miskin hingga pada usia 13 tahun Ma sudah menghabiskan masa kanak kanaknya menjadi pekerja di perusahaan pemital benang kapas.
Sobat ruang hati yang berbahagia, bila kita melihat betapa semangatnya sang nenek Ma untuk menghabiskan sisa usianya yang sudah sangat senja dan hanya tersisa dalam hitungan hari demi hari tersebut tidakkah membuat mata hati kita tergerak untuk lebih bersemangat untuk menuntut ilmu sampai kapanpun dan dalam kondisi seperti apapun.
Cerita Sang nenek Ma yang berusia 102 tahun ini cukup bisa menginspirasikan pada kita betapa sangat berharganya ilmu bahkan di sisa hidup yang sudah senjapun. Walaupun pemrakarsa kembalinya sang nenek ke Sekolah SD tersebut muncul dari sang putra termuda bernama Yi Fengxin yang berusia 58 tahun, tanpa motifasi kuat dari sang Nenek Ma tidak akan semua ini terjadi. Artinya keinginan keras dan motivasi Nenek Ma memang patut kita acungi jempol.

Oleh karena itu, sahabat serbaragam, tidak ada salahnya kisah nenek Ma ini kita jadikan motivasi dalam menuntut ilmu, karena diantara 3 hal yang bisa meringankan kita nantinya di akhirat, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat, yang dapat digunakan untuk kemaslahatan umat. amin.

SUMBER: http://spotmenarik.blogspot.com/2012/03/seorang-nenek-belajar-tak-kenal-usia.html